MASIH ADA versi Lain

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Sebetulnya blog yang ini seingat saya sudah jauh lebih lama saya rencanakan dibuat, tetapi karena ada kesibukan lain yang harus diprioritaskan sehingga blog ini terlantar. Sekarang melihatnya kosong tanpa isi rasanya tidak tega juga, maka jadilah blog yang ini saya isi dalam versi lain.

Saya sering menemukan tulisan berharga dalam perjalanan blogwalking saya dan sering saya posting ulang berupa catatan di akun facebook saya dengan harapan dapat dirasakan juga manfaatnya oleh saudara-saudara saya yang lain. Dalam kesempatan lain jika saya menemukan inspirasi pribadi, saya coba juga mengekspresikannya lewat catatan-catatan tersebut. Nah daripada blog ini kosong nampaknya lebih baik saya isi saja sebagian dengan catatan-catatan yang ada di akun facebook saya. Jadi jika anda adalah diantara teman saya di facebook, mudah-mudahan saja tidak bosan kalau kebetulan menemukan catatan yang sama di sini.

Tentu saja karena sebenarnya saya masih awam dalam urusan tulis menulis, disana-sini pastilah masih banyak kekurangan. Mengutip kata-kata Pak Akhmad Sudrajat guru virtual saya bahwa menulis itu sebuah keterampilan yang bisa diasah melalui seringnya aktivitas tersebut dilakukan, maka saya memberanikan diri mencoba memulainya. Daripada punya keinginan menjadi penulis yang bagus tapi tidak pernah berani memulainya. Oleh sebab itu saya sangat membutuhkan kritik dan saran dari anda pengunjung yang budiman, demi perbaikan tulisan-tulisan saya berikutnya.

و السلام عليكم ورحمة الله وبركاته


Minggu, 13 November 2011

Di Ampuni Dosa Karena Menolong Seekor Anjing

Berbuat baik pada sesama seringkali sangat mudah untuk diucapkan, namun kadang  agak sulit melaksanakannya. Ada saja hal yang  menghalangi kita untuk dapat melakukan kebaikan bagi orang lain. Berikut ini salahsatu catatan lain di fb saya yang saya harap dapat bermanfaat bagi para sahabat saya untuk bahan refleksi dan perenungan.

Abu Harairah ra berkata, Rasulullah bersabda ” Ketika seseorang berjalan jauh, dia kehausan sehingga terpaksa turun ke dalam perigi (sumur) untuk minum. Ketika keluar dari perigi dia melihat ada anjing menjilat-jilat tanah di tepi perigi karena kehausan, orang itu berfikir tentulah sang anjing kehausan seperti dirinya tadi. Maka segera dia turun kembali ke dalam perigi, memenuhi sepatunya dengan air dan membawanya dengan cara menggigitnya sampai ke atas. Kemudian meminumkannya kepada anjing tersebut, maka Allah memuji perbuatannya dan mengampuni dosanya.(HR. Buchary-Muslim).
oleh Lilis Wachyu Dinatapura pada 24 Mei 2011 jam 6:52

Tidak ada komentar:

Posting Komentar